Senin, 06 Mei 2013 di 05.38 Diposting oleh Guilty Class ZERO 0 Comments


Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupa¬kan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghin-dari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

Istilah lain yang iden¬tik dengan etika, yaitu:
• Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su).
• Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.
Filsuf Aristoteles, dalam bukunya Etika Nikomacheia, menjelas¬kan tentang pembahasan Etika, sebagai berikut:
• Terminius Techicus, Pengertian etika dalam hal ini adalah, etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia.
• Manner dan Custom, Membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (In herent in human nature) yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.

Pengertian dan definisi Etika dari para filsuf atau ahli berbeda dalam pokok perhatiannya; antara lain:
1. Merupakan prinsip-prinsip moral yang termasuk ilmu tentang kebaikan dan sifat dari hak (The principles of morality, including the science of good and the nature of the right)
2. Pedoman perilaku, yang diakui berkaitan dengan memperhatikan bagian utama dari kegiatan manusia. (The rules of conduct, recognize in respect to a particular class of human actions)
3. Ilmu watak manusia yang ideal, dan prinsip-prinsip moral seba¬gai individual. (The science of human character in its ideal state, and moral principles as of an individual)
4. Merupakan ilmu mengenai suatu kewajiban (The science of duty)
5. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
 
Berdasarkan pengertian dari sumber di atas maka etika pergaulan itu merupakan tata-cara bergaul yang bermoral dan beradab baik itu bergaul dengan teman, lebih tua, lebih muda.
Etika bergaul itu sangat penting karena kita sebagai manusia adalah makhluk yang beradab sehingga dengan adanya etika, itu menunjukkan bahwa kita bukanlah mindless creature. Etika bergaul itu ada bermacam-macam seperti etika berbicara dengan orang yang lebih tua dan etika berbicara dengan orang yang lebih muda itu berbeda

jika kita bicara dengan orang yang lebih tua tentunya harus sopan dan dengan senyuman
jika kita bicara dengan orang yang lebih muda maka kita harus berbicara halus dan tidak menimbulkan intimidasi
 

“etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia” “baik dan buruk suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.”

dari pernyataan itu kita bisa menyimpulkan kalau etika bergaul kita merepresentasikan cara hidup dan nilai kita dalam memandang baik dan buruknya sesuatu
tapi alangkah baiknya jika kita tidak mempermasalahkan perspektif, tapi lebih menilai sesuatu secara objektif
Etika pergaulan dengan partner bisnis.
Sebagai makhluk sosial manusia pasti membutuhkan pertolongan orang lain dalam hal apapun terutama dalam berbisinis maka dari itu saat berbisnis seseorang tidak boleh mengkhianati partner bisnis nya sendiri karena itu juga akan mempengaruhi bisnis yang mereka jalankan
  

Etika pergaulan dengan orang yang berbeda agama dan Ras.
Dalam Agama (khususnya islam) kita di ajarkan untuk saling menghormati satu-sama lain baik itu berbeda ras, suku serta agama karena bagaimanapun jug kita pasti akan berinteraksi dengan orang yang berbeda suku, ras dan agama dan akan menjalin relasi simbiosis mutualisme dengan mereka sehingga kita memerlukan etika dalam bergaul dengan orang yang berbeda agama dan ras agar kita bisa menjaga tingkah laku dan perbuatan serta omongan kita untuk tidak menyinggung orang yang bereda ras dan agama

0 Responses so far.

Posting Komentar